Posted by Ramoun Apta at 21.29
Read our previous post
ah, selamanya kau tak akan mengertisemangat tubuh ini yang lumpuh
dari segumpal tanah kering
cacing-cacing mati
dari laknat yang makin menjadi
aku dianggap buta
seperti katak meraba air di daun keladi
menggeriap-geriap menebar mani
penyempurna benih
kemudian jatuh di akar pilin.
hahaha…
selamanya kau tak akan mengerti
geliat pahit nyawa ini
barangkali seperti desah kursi
yang saban hari menerus diduduki
sampai nantinya kau peduli
setelah tanah meminta mati
Terminal Atas Ma. Bungo, 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar