Comments

Jumat, 27 Agustus 2010

Tanah Garam

Posted by at 21.20 Read our previous post
1.
sebermula dari pulangnya
raja alun alun garam ke ranah yang membungkus kaba
ketika tasbih dirupa kumandang dendang
muncullah hikayat-hikayat
desa tentang asal usul muasal.
tanah melahirkan rangkaian zaman
sehingga masa raja menahtakan ranah dari daerah kuasa.
hingga dibangun sesudahnya

2.
ketika putri mencari sirih temu urat di sesemak
saruan suara tak karuan memuntah rima
(serupa tergelak, tapi tangis juga)
sehingga pucat lesi jalan memandang
jahanam seseret-seret kulai-kulai tumpah serapah.

3.
suatu malam mulut hutan nganga di rongga hujan,
putri merentang mata mengusap dada. lahirlah air
dimana tulang tak kuasa menahan reot kelopak
dunia. haruan dayu sumbang merogoh serak pudak
menggeriap-geriap tak sedap.

lembar-lembar hujan meronta risau
senada tunggak ditekah budak kisau
saat patah-patah satu-satu.

4.
gempar alkisah ranah raja dimuka zaman
serapah bulat-bulat mengundang syair murka
manyahut tajam putri luruh hilang muka
pundak sebelah tanam tanah menitik iba

“suratan badan diunggah tanah” hikayat
penasihat berkabar-ria.

5.
raja alun alun diranda kalut
putri tunggal semata panah luruh
dimuka budak.

6.
kaba berkabar.
putri raja nian jelita,
temurun ke akhir zaman.

Simpang Melintang, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Si Kerenggo Hitam is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template