Posted by Ramoun Apta at 21.35
Read our previous post
ah, duka hilang dukakau teramat amboy!
kau teramat aduhai!
lekukmu kemilau intan
lenggokmu anginan
pucuk petai
tegakmu senada unggas
di kolam-kolam
dudukmu mengisah ratu
elizabet. aduhai!
ah, putri
aku bukan penyair
membuncah rima
meski kadang tergelang
bersapu gelak
hahaha...
masih jadul. ah, prikitiw!
masih jelang mata
mengumpat jejak
diantara ludah
yang membahak-bahak.
(barangkali kau akan mengerti setelah lahir
anak lain dari kawinan ular dan bujang. yang nantinya
akan mengandung benih yang menjalar-jalar
yang acap di sebut-sebut budak sebagai bunting ular)
Bioskop Tunas Mandiri, 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar