Comments

Jumat, 27 Agustus 2010

puisi-puisi ramoun apta

Posted by at 20.58 Read our previous post

Berita Dan Pemberitahuan

setiap bangun tidur, kata pertama yang aku ingat adalah
berita dan pemberitahuan. entah kenapa selalu ada kabar
tentangmu yang lain. “aku akan pergi ke ujung gurun.
barangkali akan menetap di sana. di sana ada ayam-ayaman
yang membuatku suka untuk lama menetap. sebab ia pandai
menyingkap tudung dan lebih pandai pula membalik periuk
hangus menjadi kilau” berulang kali dibaca sampai mataku
terbekul dan memejam.

(aku jadi teringat kejadian semasa kekanak dulu tentang
perangan yang acap dimainkan bersama di kebun belakang
rumahmu yang jaraknya tidak jauh dari rumah)

1.
selayaknya kekanak tentu tak ada keganjalan dalam permainan kita.
(dimana aku mengangkat diri menjadi sultan dan kau permaisuri)

kita sama-sama memilih menyamar menjadi pribumi
yang bekerja sebagai petani. dan mulai berperang dengan pepohonan.
(pepohonan dianggap sebagai tentara musuh)

(perangan demi perangan mengalun indah
sehingga sangat lama dimainkan)

selang beberapa jeda kemudian
kita kelelahan dan berbaring

“ada yang lawak perihal perangan tadi, rasanya seperti perang
benaran” katamu. dan aku masih terlalu muda untuk melupakan itu.

selepas menghening cakap. ibumu memanggil. kau pun pergi.
aku hanya melihat punggungmu yang tapak janggal. sementara
biasanya berbalik arah sejenak menciluk gelak merancang
kesempatan kembali untuk esok bermain perangan lagi.

2.
semenjak ibumu menjemput. perangan menjadi
janggal untuk diingat dan tabu untuk diucap.

berulang kali aku duduk di belakang rumahmu mengawasi
pepohonan yang mulai kokoh batangnya. namun tak jua bersua
engkau membawa peralatan atau pun perbekalan.

diam tak kunjung bersua. rupanya musim lama-lama semakin
lihai bermain cuaca. berubah-ubah bentuk dan sifat. sehingga pepohonan
semakin tinggi, kokoh, dan matang berbagai pengalaman
siap berperang siapa pun lawannya.

3.
selepas semasa itu, aku tak menyangka aku kembali
menyuamu di tempat lain. merupa musim menemu bulan
menjadi suatu kenang. saling berucap salam. saling berujar kenang

mengingat sepanjang perangan dulu
kau dan aku sepakat untuk
kembali merancang perihal perangan itu.
yang merindu. dan
membangun pualam menjadi
benteng pertahanan. mulai menyusun
strategi jitu tentang arah dan
tujuan mana haluan akan bermaktub.

“perangan kita akan menang, kak” bibirmu memolek
pesona kata berkidung, sebab kau sangat yakin sekali saat
melihat kemantapanku dalam mengatur
akurasi senjata yang sungguh liarnya

4.
ternyata musim lebih dulu bermain. sehingga lebih dulu merangkai temali
yang membentuk sebongkah karang di laut asing.

tanpa disadari kau pun berpaling. segera memilih karang sebagai benteng.
kau bilang ia lebih kokoh menghadang lawan dan tempatnya pun jauh
di samudera lepas yang tak bakal habis dikandas

(kau mulai berangkut pualam demi pualam sehingga lama-lama habis juga)

sementara aku yang duduk tersandar
tak kuasa menahan gelak yang teramat sangat bahak
sehingga nafas menjadi tersendat-sendat membau tak sedap

5.
setiap bangun tidur, kata pertama yang aku ingat adalah
berita dan pemberitahuan. barangkali akan ada kabar
tentangmu yang lain

Tunas Mandiri, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Si Kerenggo Hitam is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template