Comments

Jumat, 27 Agustus 2010

puisi-puisi ramoun apta

Posted by at 21.03 Read our previous post
Manusia

“lihat anjing itu. sangat pandai
bermain sana-sini, seperti anak latihan perang.
lihat ia menyuruk di tumpukan batu, berjalan merayap”

bunga-bunga tumbuh dengan cepatnya
mengerumbuli semak-semak di sekitar
kelopak-kelopaknya melebar cepat
menutup semak-semak sekitar

“kemana anjing itu, bukankah masih ada latihan
yang harus ditempuh. tadi lari-lari membelai langkah tuan”

bunga layu dengan cepat juga
lahan mongering kerontang
kelopaknya menguncup
tanah menjadi gersang

“lihat itu, anjingnya. mengapa ia
berbaring di situ, bukankah seharusnya menjaga rumah?”

kawah tumbuh liar
menjarah kaki pejalan

”anjing nya mati. bukankah
tadi membelai kaki tuannya?”

langit menghujan darah
petir mencambuk api

“lihat di tangan anjing ada kertas bertulis
manusia. benar-benar pujangga”

Tunas Mandiri - Lpk, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Si Kerenggo Hitam is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template