Posted by Ramoun Apta at 21.03
Read our previous post
Ketika Bapak Berkata di Alam Kuburketika ayah bersajak di alam kubur.
“nak, setiap petang kisau terdengar rintih ibumu di dunia
barangkali ibu menangis tentang bunga yang mekar
di tanah ayah. nak, minggu-minggu sungguh kelam.
setiap waktu tanah selalu meluruhkan hajat tentang
risau ibu. ibu tegar tapi tak tegar. setiap jengkal jam
mencari dinar demi dinar berpundi segunggun piah.
riuh desau ibu mengeliling tanah ayah.
nak, setiap jam mata ibu setengah binar. tangan dan kakinya
melepuh kedalam sehingga setiap jam adalah doa-doa tentang
masa depan dimana kalian akan berpinak, berpinah. nak, tanah
ini sungguh kelam. jangan beri ibu meski minta dengan amat.”
sangat.
LPK, 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar