Comments

Jumat, 27 Agustus 2010

Seribu Puisi Tukang Asah Intan

Posted by at 21.30 Read our previous post
sementara mereka masih mencari. mimikmu telah kutemukan di bola
mata. sungguh seperti biduk kata, idaman para bujang penyair. sebab
kau merupa kamus kata-kata yang paling mesra dibanding indah, dan
menyimpan isyarat-isyarat rindu yang bisa membikin pengantin
mengelepar-gelepar seperti ikan di terjunan air.

seringkali diwaktu siang kau berkerumun kain hitam, menyelindap-
nyelindap di antara rumah-rumah. entah kenapa kau terus menjelma
bayang pasi terhadap sinar yang membuat wajahmu jika bercermin
tak tertemu kemilau tentang gadis mayang mengurai dari pagaruyung
yang selalu di kaba-kaba perantau. melainkan singa yang hilang nafsu
dimusim kawin.

kau dipinang tuan sebab kau lebih pandai mengasah intan
yang barangkali jika kau pergi, maka seluruh jemah perhiasan
akan hilang kilaunya, malu menunjuk cahayanya, sehingga tak
lebih berarti dari jeroan binatang liar, dibiar terbiar di tepi jalan.

LPK, 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Si Kerenggo Hitam is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template