Comments

Minggu, 16 November 2014

Puisi-puisi Ramoun Apta, dimuat di koran Kompas 13 Juni 2011

Posted by at 12.34 Read our previous post
KERENGGO HITAM

kau yang di simpang
aku tak gegar

biar gigimu pisau
biar tanganmu kapak
biar nafasmu kobar
aku tak gentar
dendamku bara

aku ini kerenggo hitam
penguasa dataran seberang
jalananku malam
biar mati aku tak peduli

meski badan diuruk tanah
jiwaku tetap memburu

mati!


Tunas Mandiri, 2010




BALADA ORANG SUSAH

cabe dan bawang
tak lagi tumbuh di tanah kami

kentang dan umbian
memilih darat lain

ikan-ikan pergi menyeberang tali air ke pulau luar
untuk menetaskan telur

kami hidup bersama kangkung, bunga kol
dan paku

air yang kami ciduk dari laut
dan daun kemumu kering sisa lahan kami
adalah remah
sekali jerang di badan kuali

bila di kemudian hari rerumput kanji tumbuh
kami takut anak-anak kami menjadi jalang

Tunas Mandiri, 2010




KUMAKAN

kumakan kata
kumakan waktu
kumakan sepenggal akal
agar menjadi kotoran kering
sebagai pemupuk dendam

Tunas Mandiri, 2010





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Si Kerenggo Hitam is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon - Best SEO Template