Posted by Ramoun Apta at 11.45
Read our previous post
Ragu
yang tersangkut di ujung lidah
terdakwa
saat sidang pertama dibuka
sebelum kunci itu dikupak
seorang pengacara.
saat sidang pertama dibuka
sebelum kunci itu dikupak
seorang pengacara.
Padang, 2014
Pekerja Tambang
selalu ada batu yang batal
dipecahkan
meski jidat telah mengguyurkan hujan.
meski jidat telah mengguyurkan hujan.
tapi kita terus saja menggodam
sampai air mata benam
di lubuk terdalam.
sampai air mata benam
di lubuk terdalam.
sebab kita telah mengguguh hari
untuk menjadi penggali
meski saban hari nyala api memercik di tangan.
untuk menjadi penggali
meski saban hari nyala api memercik di tangan.
sebatas menggali, menggali,
memecah segala batu jadi
seperti serpih kayu di bibir tembilang
memecah segala batu jadi
seperti serpih kayu di bibir tembilang
lalu ampasnya dibawa pulang.
sebab tali jantung kita terkebat di
pinggang
tuan pemilik tambang.
tuan pemilik tambang.
Padang, 2014
Kuda Berkacamata
kemarin kau bilang
hanya kuda kusut masai
yang mahir bersilat
di ujung kecepatan.
hanya kuda kusut masai
yang mahir bersilat
di ujung kecepatan.
sedang yang berekor gerai
hanyalah pesolek
yang takut
terlacak luluk dan kotoran.
hanyalah pesolek
yang takut
terlacak luluk dan kotoran.
tapi kini
kau tanam saham
pada kuda
berkacamata.
kau tanam saham
pada kuda
berkacamata.
kau kata ia laga
di banyak arena
sebab di balik kacamata
ada matakaca siaga
sedia menjagal
segala hambatan.
di banyak arena
sebab di balik kacamata
ada matakaca siaga
sedia menjagal
segala hambatan.
tapi lihatlah
pada kerikil ia terjengkang
menapak anak tangga ia terikat majikan
dan saat kekang itu putus di tengah jalan
berputar-putar ia seperti Sufi
kehilangan Tuhan.
pada kerikil ia terjengkang
menapak anak tangga ia terikat majikan
dan saat kekang itu putus di tengah jalan
berputar-putar ia seperti Sufi
kehilangan Tuhan.
kukira ia perkasa
dadanya bidang
pemenang di segala medan laga.
dadanya bidang
pemenang di segala medan laga.
tapi ternyata ia hanya
penggoda yang haus
ekor betina.
penggoda yang haus
ekor betina.
sedang kau pembelinya
umpama pantat terkembang
sedia ditusuknya!
umpama pantat terkembang
sedia ditusuknya!
Padang, 2014
Keriput Kulit
kulitku tak seperti dulu:
bunga bunga kapas yang berserak di halaman
di bawah terik jam 13.00 siang.
bunga bunga kapas yang berserak di halaman
di bawah terik jam 13.00 siang.
ini kulit adalah selimutku.
telah ia diperkosa usia, membuatku jadi laba-laba tua
pikun cara memintal serangga.
telah ia diperkosa usia, membuatku jadi laba-laba tua
pikun cara memintal serangga.
aku ingin ini kulit kembali seperti
dulu:
uang seribu pada genggaman lelaki yang suka
meremas batang kelamin sendiri.
uang seribu pada genggaman lelaki yang suka
meremas batang kelamin sendiri.
kuserahkan ia padamu, wahai setrika
bara.
rapikanlah ia sebagaimana merah-putih
di tiang-tiang tinggi setelah Orde Baru runtuh itu.
rapikanlah ia sebagaimana merah-putih
di tiang-tiang tinggi setelah Orde Baru runtuh itu.
Padang, 2014
Sapi Metal
melihatmu dari jauh. dari seberang
sungai.
kau yang berada di bukit. menggunakan teropong,
aku melihatmu peluh menuruni bukit itu,
langkahmu selamban pelarian kau yang dulu,
sewaktu kau dikejar hantu. hantu laut.
hantu yang marah. sebab ikan-ikan dari lautnya
kau santap tanpa dimasak terlebih dahulu.
aku melihatmu tanpa busana.
badanmu pohon karet berusia 25 tahun.
rambutmu dikebat berbuhul di bagian belakang kepala
seperti camaro orang Minangkabau
menyerupai keong sebesar dua kepal tinju orang dewasa.
mungkinkah kau bukan orang asli
bukan berasal dari kaki dan perut bukit itu?
sebab lewat teropong, aku melihat kau yang besar
seakan jongkok dan membongsor.
persis gentong kosong yang terguling dan condong.
kau seperti sumo dari jepang yang berlaga
dengan batang kelapa.
kau yang berada di bukit. menggunakan teropong,
aku melihatmu peluh menuruni bukit itu,
langkahmu selamban pelarian kau yang dulu,
sewaktu kau dikejar hantu. hantu laut.
hantu yang marah. sebab ikan-ikan dari lautnya
kau santap tanpa dimasak terlebih dahulu.
aku melihatmu tanpa busana.
badanmu pohon karet berusia 25 tahun.
rambutmu dikebat berbuhul di bagian belakang kepala
seperti camaro orang Minangkabau
menyerupai keong sebesar dua kepal tinju orang dewasa.
mungkinkah kau bukan orang asli
bukan berasal dari kaki dan perut bukit itu?
sebab lewat teropong, aku melihat kau yang besar
seakan jongkok dan membongsor.
persis gentong kosong yang terguling dan condong.
kau seperti sumo dari jepang yang berlaga
dengan batang kelapa.
Padang, 2014
Wajah Kupu-kupu yang Menangis
ia lihat dirinya di mata sayapnya
sendiri.
segurat wajah yang terpola persis
perempuan tua penampung cahaya
saat purnama belum jadi nyata.
segurat wajah yang terpola persis
perempuan tua penampung cahaya
saat purnama belum jadi nyata.
ia ingin abadikan wajah itu pada
angin dan cuaca
agar seseorang di ethiopia saan percaya
pasti ada cinta setelah badai itu sirna.
agar seseorang di ethiopia saan percaya
pasti ada cinta setelah badai itu sirna.
tapi ia tak berdaya
kepaknya dilarang mengibas
sebab serbuk sutera itu rentan
seperti bayang purnama diremas hujan.
kepaknya dilarang mengibas
sebab serbuk sutera itu rentan
seperti bayang purnama diremas hujan.
Padang, 2014
Ramoun Apta, lahir di Muara Bungo, Jambi, 26 Oktober 1991. Sedang belajar di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar